Sore itu, entah hari apa *maklum ingatanku sudah agak terganggu*. Suasana kantin kampus yang cukup ramai membuatku sedikit risih berada di tempat itu, entah kenapa aku selalu merasa diperhatikan saat berada ditempat ramai *PeDe bureess | pasang tampang innocent*. Sory bukannya kepedean atau apa, justru disitu yang sering ku takutkan. Naluri keparnoanku meningkat drastis, bahkan lebih cepat dari modem speedy sekalipun.
Coba kalian bayangkan, kemungkinan terburuk apa yang bakal terjadi saat ada ditempat ramai? Yang jawab kecopetan atau kemalingan aku kasih balon + penjualnya.
Sedikit saran, khususnya buat para cewek nih. Kalau ada cowok yang merhatiin kalian jangan ngerasa ge'er dulu, siapa tau aja dia maling *maling hati misalnya*. Nah, lain kali kalau ada orang siapapun itu yang merhatiin kalian secara tidak wajar, langsung aja bilang "Mau maling ya lu? ayo ngaku!" *todong pake pulpen*. Dan saat tuh orang gak mau ngaku juga, ada 2 kemungkinan. Kemungkinan kalo dia itu bohong dan kemungkinan kalo itu orang bener-bener bukan maling.
Oke kembali ke rahmat *oopss*, maksudnya topik.
Suasana kantin yang ramai tak memudarkan ke-kece-an wajah 5 cewek bertampang innocent yang duduk di lantai gedung pinggir kantin kampus. Tak beralaskan apa-apa, hanya lantai keramik yang menyejukan pantat ditengah kegalauan nyari tempat PKL. Eeiitss,,, bukan pedagang kaki lima, tapi Praktek Kerja Lapangan alias Magang.
"Kemarin kita udah datengin lagi ke PT. Kresna Karo Koe tapi masih belum ada jawaban dari pusatnya" Ega berkata dengan wajah ditekuk *macam burung dalam sangkar* hihii :D
"Terus kemarin juga kita nyari-nyari ke kawasan, kali aja dapet. Nyampe ke tempat golf, eehh ada juga magang buat guntingin rumput" sambung teh Wiwi.
Dan seketika tawa meledak di setiap mulut.
Ditengah tawanya Siska berkicau *eehh* berkata maksudnya. "Iya, itu juga susah banget mau ketemu sama managernya. Mana ibu-ibu receptionistnya jutek banget lagi" dan tawanya diakhiri luka yang mendalam *hiks :'( *
"Lahh,, mana iya se'kece ini guntingin rumput. Agak bagusan dikit ke, jadi cady misalnya" jawabku *pasang wajah innocent, kerdipin mata 2x*
"Di si omes ge katanya ada tuh, kemaren dia nawarin. Tapi belum tau disitu nerimanya berapa orang" sambung Oci yang dari tadi cengengesan dengerin yang laen ngomong.
Di tengah asyiknya obrolan yang mendilemakan, muncul sosok Epot yang dengan polosnya berkata "Para pencari magang ya?" Ujarnya melempar senyum dan kemudian pergi.
Dengan spontan tangan kiriku langsung menyentuh lantai, dan tangan kanan di dada, kemudian berkata "Sakitnya tuh disini" *jleb*.
Dan seketika senyum kegalauan bergelayut di bibir ke-5 cewek yang dijiluki "Para Pencari Magang".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar