Kutatap lagi wajahnya, dia tersenyum pilu menatapku. Kemudian berkata...
.
.
"...Tak apa menangis, cantikmu tak akan luntur. Tak apa merasa lelah, itu manusiawi. Tapi jangan menyerah, bertahan setidaknya untuk orang-orang yang sayang sama kamu, untuk kucing kesayangan kamu, dan untuk mimpi-mimpi yang menunggu untuk diwujudkan... Kamu cantik, pintar, kuat, seseorang yang nanti menemanimu tentu ia akan sangat beruntung... Kamu bisa laluin semua dengan baik, aku percaya itu..."
.
.
Perkataannya menusuk begitu dalam, tapi rasa tenang yang luar biasa muncul setelah itu.
Teruntuk perempuan di balik cermin, terimakasih telah menjadi teman bercerita yang baik.
***