Minggu, 31 Oktober 2021

Cermin

Kutatap lagi wajahnya, dia tersenyum pilu menatapku. Kemudian berkata...
.
.
"...Tak apa menangis, cantikmu tak akan luntur. Tak apa merasa lelah, itu manusiawi. Tapi jangan menyerah, bertahan setidaknya untuk orang-orang yang sayang sama kamu, untuk kucing kesayangan kamu, dan untuk mimpi-mimpi yang menunggu untuk diwujudkan... Kamu cantik, pintar, kuat, seseorang yang nanti menemanimu tentu ia akan sangat beruntung... Kamu bisa laluin semua dengan baik, aku percaya itu..."
.
.
Perkataannya menusuk begitu dalam, tapi rasa tenang yang luar biasa muncul setelah itu.
Teruntuk perempuan di balik cermin, terimakasih telah menjadi teman bercerita yang baik.




***

Jumat, 22 Oktober 2021

Surat untukmu (2)

Assalamu'alaikum Akhi, siapapun dan di manapun kamu...
Apa kabar hari ini?
Semoga kebaikan selalu menyertai, amiin...

Pagi ini aku sedang dalam perjalanan di dalam bus. Hendak mengunjungi satu-satunya pengganti Ayah. Tak kusangka setelah bertahun-tahun aku baru merasakan kembali bepergian seorang diri.

Ku tulis ini ketika baru saja kudengar lantunan lagu dari seorang perempuan musisi jalanan yang menyanyikan sebuah lagu lawas, Seberkas Sinar milik Nike Ardila.
Liriknya mampu menghipnotisku barang sepersekian detik... "Kala ku seorang diri... Hanya berteman sepi dan angin malam... Kucoba merenungi, tentang jalan hidupku..."
Sebelum akhirnya aku sadar, pemandangan dibalik jendela lebih menyenangkan dibanding tenggelam dan larut ke dalam syair.




***

Selasa, 19 Oktober 2021

Surat untukmu

Untukmu jodohku, siapapun dan dimanapun itu.
Hai, apa kabar?
Bagaimana cuaca di tempatmu?
Di tempatku, hujan sudah mulai turun, tanah-tanah telah basah, pepohonan menghijau kembali.
Apakah disana sama?

Kau sedang apa?
Masihkah kau mencariku? Atau sedang menghabiskan waktu dengan seseorang yang ternyata bukan untukmu? Ayolah, cepat sadar!
Aku disini sedang menunggu, berharap cepat kau temukan. Tak ku sangka penantian ini begitu panjang.
Ataukah kita sama-sama sedang mengistirahatkan hati? Sama-sama sedang menunggu?
Kuharap kau disana terus memperbaiki diri, sampai Allah meridhoi kita untuk bertemu, begitupun aku.




***

Tiga Satu