Telah kemana senyummu yang dulu manis itu?
Kenapa
bibir yang seksi itu kau tekuk?
Kenapa
pula kau menghamburkan air dalam matamu?
Sahabat, ketahuilah...
Kau lebih menawan dengan senyum itu
Kau
lebih menggoda dengan sorot mata yang cerah itu
Akan
ada antrian panjang para pria yang bersedia memuliakanmu
Dan
panjangnya antrian itu melebihi kenangan masa lalumu
Berhentilah
menghukum diri dengan terus mengenang masa lalu
Berhentilah
menyulut luka dengan terus menutup diri
Dunia
sebenarnya jauh lebih indah bila kau mau membuka jendela
Lihat,
keluar, dan berlari lah!
Sebelum
kau tertinggal...