Minggu, 25 Desember 2022

Surat untukmu (6)

Assalamualaikum, Tuan.
Bagaimana keadaanmu? Juga keadaan orang tua serta saudara-saudaramu? Apakah semuanya baik-baik saja?
Bagaimana cuaca di tempatmu? Apakah hujan Desember masih sering turun?
Oh ya, bagaimana 2022 menurutmu? Apakah sesuai yang diharapkan? Ataukah malah mengharu biru dan penuh drama?
Semoga apapun itu, kau bisa melaluinya dengan baik.
Lalu, apa resolusimu untuk tahun depan?
Apakah kita dapat bertemu di 2023? Ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu.
Jadi, bisa kah kita bertemu di tahun depan?
Tenang, aku gak bawel ko, mungkin hanya sedikit keras kepala dan banyak senyum serta mencuri pandang ke arahmu.
Apa kau keberatan, Tuan?





***

Sabtu, 24 Desember 2022

Kembali ke "settingan awal"

Ada perbincangan singkat yang menarik kemarin malam, dengan seorang teman yang baru ku kenal hampir satu tahun terakhir ini. Perbincangan tentang self reward dan perjalanan.
Obrolan kita berakhir dengan kesimpulan bahwa di beberapa kondisi, perjalanan tidak melulu soal self reward.
Pada akhirnya kita sama-sama sadar bahwa perjalanan tidak sepenuhnya menjadi obat, melainkan hanya pelarian sesaat atas pikiran-pikiran yang ingin kita buang jauh-jauh.
Karena sejauh apapun perjalanan yang kita tempuh, sekembalinya dari sana kita akan menemukan situasi dimana pikiran-pikiran itu kembali ke settingan awal sebelum kita pergi.
Lantas, apakah perjalanan yang kita tempuh ratusan kilometer itu sia-sia? Atau sebenarnya, itu semua kita lakukan semata hanya untuk memberi makan ego kita sendiri?
Lalu, sampai sejauh mana kita akan terus melarikan diri?
Bahkan hingga detik ini aku masih menimbang, apakah kakiku berada di atas pijakan yang tepat?





***

Tiga Satu