Ada perbincangan singkat yang menarik kemarin malam, dengan seorang teman yang baru ku kenal hampir satu tahun terakhir ini. Perbincangan tentang self reward dan perjalanan.
Obrolan kita berakhir dengan kesimpulan bahwa di beberapa kondisi, perjalanan tidak melulu soal self reward.
Pada akhirnya kita sama-sama sadar bahwa perjalanan tidak sepenuhnya menjadi obat, melainkan hanya pelarian sesaat atas pikiran-pikiran yang ingin kita buang jauh-jauh.
Karena sejauh apapun perjalanan yang kita tempuh, sekembalinya dari sana kita akan menemukan situasi dimana pikiran-pikiran itu kembali ke settingan awal sebelum kita pergi.
Lantas, apakah perjalanan yang kita tempuh ratusan kilometer itu sia-sia? Atau sebenarnya, itu semua kita lakukan semata hanya untuk memberi makan ego kita sendiri?
Lalu, sampai sejauh mana kita akan terus melarikan diri?
Bahkan hingga detik ini aku masih menimbang, apakah kakiku berada di atas pijakan yang tepat?
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar