Lelaki tua itu menangis, tangan-tangan berotot yg mulai rapuh mengelus rambut gadis kecil di sampingnya.
"Ayah sudah tua, penyakit ayah tak hanya satu. Mungkin umur ayah gak lama lagi". Kalimatnya terhenti terseling isak, tangannya yang dulu tegar mengusap air dari matanya. Aku hanya diam, dalam hati menahan lara.
"Kalian sudah dewasa, sudah mandiri, bisa cari uang sendiri. Yang paling ayah khawatirkan adalah ini si bungsu". Gadis kecil itu hanya diam mencoba mencerna maksud dari perkataan lelaki yang ku panggil ayah.
Percakapan malam itu masih membayang, seperti kabut pekat ditengah malam. Menggelapkan gelap.
Ayah begitupun mamah, semoga diberi umur panjang untuk bisa menyaksikan anak-anakmu sukses nanti. Bisa menyaksikan anak-anakmu menikah, dan memberimu cucu. Semoga.