Kamis, 09 Agustus 2018

Kebun binatang

Saya hidup pada zaman dimana semua orang mengasumsikan dirinya benar. Perdebatan sengit kerap terjadi ketika membahas perhitungan mengenai angka-angka yang bahkan bukan haknya.
Beliau di atas siap menyambut dengan cakarnya. Sementara mereka di bawah tengah merongrong menunjukkan taring.
Sepertinya, saya tersesat di kebun binatang.




***

Jumat, 03 Agustus 2018

Dalam Ruang

Kau boleh memilihnya, tempat manapun yang kau suka.
Silahkan.


Di sudut kiri? Kursi disana sepertinya tidak begitu nyaman. 
Di sudut kanan? Meja disana sepertinya sedikit berdebu. 
Di sisi dinding? Ah, tidak. Warna dindingnya tidak cocok denganmu. 
Di sisi jendela? Jangan! Kau tak akan nyaman. 
Atau di tengah ruang? Sepertinya kau takkan suka, terlalu mencolok.


Barangkali kau ingin duduk di depanku?
Kursinya nyaman, mejanya tidak berdebu, dan pastinya pemandangan di depanku akan lebih bagus. 
Atau mungkin kau berkenan duduk di sampingku?
Aku tak keberatan berbagi minuman denganmu.

Silahkan pilih.



***

-Kantuk-

Aku terkatuk
Menunggu kantuk yang tak kunjung mengetuk
Menjelajah pikir di dalam tabir
Tak terucap syair

Detak waktu menggema dalam ruang
Membungkus asa yang mengembang
Bimbang pun datang
Niscaya malam terasa panjang

Aku masih terkatuk
Menunggu kantuk yang terkutuk



***

Listia Muji
Karawang, 03 Agustus 2018
00.27 wib

Rabu, 01 Agustus 2018

-Praha dalam Menunggu-

Sketsa wajahnya sedu sedan
Bergeming tanpa kata
Berdiri telanjang kaki
Sore itu, debur ombak seirama degup jantungnya
Batinnya menerka-nerka, tidakkah penantiannya sia-sia?

Senja seketika bisu
Praha masih menunggu

***

Tiga Satu