Senin, 03 April 2017

Keindahan yang Menakutkan

Laut. Bagiku, keindahan yang menakutkan. Semacam cinta.
Sebatas mengagumi dengan hanya memandangimu dari jauh, sudah lebih dari cukup.
Aku tak punya keberanian untuk mendekat, bahkan berjalan di pasirmu dapat menggetarkan kaki. Bagaimana mungkin aku menjamahmu.
Menyaksikan kau menggulung ombak, mengalahkan segala tafsir.
Aku takut. Takut tenggelam.




Listia Muji
Karawang, 3 April 2017

Minggu, 12 Maret 2017

Kenangan

Malam ini, waktu menunjukkan pukul 23:39 dan pikiranku masih waras, tapi setengah linglung. Mungkin.
Bicara perihal kenangan, selalu menggugah emosi.
Ketika kubuka kembali foto-foto lama, begitu banyak memori tentang mereka, bagian penting dalam metamorfosaku.

Sahabat.
Tak dilihat rindu, semakin dilihat semakin rindu.
Begitu banyak yang ingin ku tuliskan tentang kalian, tapi rasanya kata-kata itu masih melayang-layang dalam benak, terlalu mendesak di sudut pikir, sampai tak ada yang mampu tertuangkan.

Aku tahu semua akan ada masanya, perlahan dari kita satu per satu akan pergi, bukan sengaja ingin menjauh, tapi memang begitu adanya.
Lalu, ketika semuanya terjadi, sudahkah kita siap? Sudahkah aku siap?




Untuk sahabat.
Karawang, 5 Maret 2017
Listia Muji

Pahlawan tanpa tanda jasa

Engkau duduk di sudut ruang persegi
Di atas bangku kayu yang mulai reot
Sesekali kau lempar pandang ke arah kami
Pelajar yang kadang tak terpelajar

Ku lihat kecemasan dalam rautmu, ketika ego kami tak lagi berdamai dengan waktu
Ya, itulah kami
Kadang tak tahu diri

Sungguh berat tugasmu
Ditengah paradigma masyarakat yang menyalah artikan ketegasanmu
Sementara kesuksesan para alumni tak pernah ternilai sebagai prestasi mengajarmu
Ironi!

Guruku
Engkau lah pahlawan tanpa tanda jasa

Tiga Satu