Biar rindu beradu sepi, menyibak tabir semesata dengan kebiadaban waktunya.
Bisa apa aku selain menunggu, mematung sendiri dibully waktu.
Membiarkan senja bertengger dengan jumawa.
Malam ini aku masih sendiri.
Angin malam menyayat tubuh tanpa dekapmu, menggigil menjalar sendi tembus hingga ke jantung.
Sementara nyamuk-nyamuk lapar terus mengintai. Seperti lelucon, ditatapnya aku berpasangan.
Malam ini aku masih sendiri.
Kuhitung detik berjalan lambat, menitpun berlalu bagai drama yang diputar berulang kali. Membosankan.
Terdengar riuh di halaman. Dijadikannya aku bahan guyonan serangga di luar sana.
Malam ini aku masih sendiri.
Menunggu dipersuntingmu.
Karawang, 19 Oktober 2016