Kamis, 27 September 2018

Satu fakta yang saya peroleh, usai habisnya secangkir teh hijau panas malam ini. Bahwa rasa manis masih dapat kita cecap bahkan pada sesuatu yang pahit sekalipun.

***

Pemikiran

Salah satu dari sekian banyak pahlawan pangan yang saya temui hari ini. Pak Emad. Tinggal berdua bersama istri di rumah yang sangat sederhana, di pinggir sawah.
Menghabiskan masa tua dengan bertani dan beternak. Pemandangan yang sangat kontras di tengah ramainya debat kusir kaum millennial di ruang ber-AC yang dipertontonkan di layar kaca.



-Karawang 270918-

Sepeda

Ujung mataku menangkap sesuatu yang unik. Di rumah milik Pak Sulem. Petani yang ku kunjungi sore tadi.
Tepat berada di teras rumah.
Sepeda tua bersandar.

-Karawang 270918-

Jumat, 07 September 2018

Perbincangan apa yang membuatmu begitu intim dengan semesta?... Si Tuan Malam tak menjawab...

***

Sementara aku merangkai cerita, semesta sedang sibuk unjuk gigi... Dibuatnya malam teramat sunyi...

***

Bisakah kita berdamai? Setidaknya sampai kuhabiskan teh dalam cangkirku... Semesta bergeming...

***

Kau dimana, ketika si Tuan Malam terbalut gelap?... Aku meringkuk, berangan-angan, jawabku...

***

Tiga Satu