Mencipta dengan kata, berbahasa dengan rasa
Sketsa wajahnya sedu sedan Bergeming tanpa kata Berdiri telanjang kaki Sore itu, debur ombak seirama degup jantungnya Batinnya menerka-nerka, tidakkah penantiannya sia-sia?
Senja seketika bisu Praha masih menunggu
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar