Selasa, 09 Juni 2015

Sajak dari Puncak

Seperti mimpi
Perlahan namun pasti
Aku telah berdiri
Disini, di ketinggian 3019 mdpl
Dimana hembusan angin lebih kencang dari biasanya
Serta mentari dapat dengan leluasa menatapku

Kurentangkan tangan
Merasakan hembusan angin menerpa wajah
Merasakan hawa dingin menyelimut raga
Kuhirup napas dalam
Membiarkan oksigen menguasai letih

Nyaman...
Menyaksikan edelweis berlenggok manja di kelopak mata
Sejenak aku lupa bahwa hati tak lagi damai
Kini, udara dingin telah sukses membekukan luka
Ya, luka yang kujahit beberapa bulan lalu

Dan baru kurasakan lagi
Waktu terasa sungguh bersahabat
Namun entah apa yang selanjutnya akan terjadi
Hanya Tuhan yang tau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga Satu