Selasa, 26 April 2016

Kucing berbulu jingga

Berjalan tertatih, menyusuri trotoar jalan. Kucing kecil berbulu jingga. Menengadahkan pandangan melihat lalu-lalang orang disekitarnya, debu jalanan menempel di bulu-bulu kusamnya.
Mendekatlah dia pada seorang anak dengan makanan ditangannya, berharap secuil makanan ia dapatkan. Namun apalah daya, tendangan imut dari anak itu mendarat tepat di perutnya. Ia terkapar, kemudian bangkit dan berlalu.
Berjalan lah ia kembali menyusuri trotoar jalan. Didapatinya warung nasi di pinggir jalan. Matanya memandang lekat sang tuan warung, berharap sedikit iba dari sesama makhluk Tuhan. Nihil, tanpa ampun ia diusir.
Si kucing kecil berbulu jingga. Angin kencang berembus menerpa tubuh mungilnya, sementara rintik hujan mulai jatuh.
Ia bergegas lari mencari atap untuk berteduh. Sampailah ia pada ruko kosong di pingiran jalan. Berdiri basah kuyup menahan lapar.
"Andai aku bisa memilih, aku ingin diciptakan sebagai manusia" batinnya.
Perlahan hujan menghapus jejak-jejak kecilnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga Satu