Terimakasih Tuhan, telah menciptakanku sebagai perempuan tangguh.
Kurasa hipotesa-ku benar selama ini, aku adalah manusia super.
Tapi kenapa pula tidak engkau ciptakan hati yang juga super untukku?
Atau jangan-jangan sebenarnya, justru aku bertahan sejauh ini karena hatiku yang begitu kuat?
Ah, telah kemana rasa syukurku..
Teruntuk pejuang di dalam diriku.
Terimakasih ya telah bertahan sampe hari ini.
Ingat, ada banyak harapan yang bergantung padamu. Ada banyak hati yang harus dibahagiakan.
Memang tak mudah menjelma berbagai peran, tapi tanggung jawab itu kini ada di pundakmu.
Tak apa merasa lelah, ada aku, ada Allah yang selalu siap sedia mendengar keluh kesahmu.
Dia memilihmu karena hanya kamu yang mampu.
Percayalah, Allah maha tau, maha adil..
Teruntuk pejuang di dalam diriku.
Satu.. tiga.. bahkan bertahun-tahun ke depan kita akan sama-sama membaca tulisan ini kembali.
Dengan perasaan yang lega, dengan senyum mengembang di bibir, serta dengan rasa syukur karena dianugerahi hidup yang lebih baik.
Tapi, seandainya umur kita tak sampai untuk itu, setidaknya tulisan ini akan tetap ada, tak termakan waktu, abadi..
Menjadi saksi atas kuatnya kamu untuk dirimu sendiri, juga untuk orang-orang disekitarmu..
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar